Cara Menghitung Laba Bersih Warung (dengan Kalkulator)

Diperbarui 26 Oktober 2026 · 6 menit baca

Uang di laci bukan laba. Sebagian uang itu harus dipakai lagi untuk belanja stok, bayar sewa, dan listrik. Laba bersih adalah uang yang benar-benar tersisa setelah semua biaya itu dibayar. Di artikel ini kamu akan belajar dua cara menghitungnya, lengkap dengan contoh dan kalkulator yang bisa langsung dipakai.

Ringkasnya:
  • Cara cepat: laba bersih = penjualan − belanja stok − biaya operasional. Cocok kalau stokmu kurang lebih sama dari bulan ke bulan.
  • Cara lebih tepat: laba bersih = penjualan − modal barang terjual − biaya operasional, dengan modal barang terjual = stok awal + belanja − stok akhir.

Omzet, laba kotor, dan laba bersih: apa bedanya?

Cara cepat: dari catatan uang masuk dan keluar

Kalau kamu mencatat semua uang masuk dan keluar, laba bersih bulan ini tinggal dihitung seperti ini:

Laba bersih = Penjualan − Belanja stok − Biaya operasional

Cara ini sederhana dan cukup akurat selama stok di warungmu tidak banyak berubah. Kelemahannya: kalau bulan ini kamu belanja stok besar-besaran, misalnya menjelang Lebaran, laba akan terlihat kecil. Sebaliknya, kalau kamu menghabiskan stok lama tanpa belanja, laba akan terlihat besar.

Cara lebih tepat: memperhitungkan stok

Yang benar-benar menjadi biaya adalah modal dari barang yang terjual, bukan semua barang yang kamu beli. Modal barang terjual (sering disebut HPP, harga pokok penjualan) dihitung dari nilai stok:

Modal barang terjual = Stok awal + Belanja stok − Stok akhir

Nilai stok dihitung dengan harga beli, bukan harga jual. Hitung stok di awal dan akhir bulan, lalu kalikan jumlah setiap barang dengan harga belinya.

Laba bersih = Penjualan − Modal barang terjual − Biaya operasional

Contoh perhitungan

Sebuah warung sembako mencatat angka berikut untuk bulan Oktober:

Penjualan sebulanRp20.000.000
Belanja stok sebulanRp16.500.000
Nilai stok awal OktoberRp6.000.000
Nilai stok akhir OktoberRp5.500.000
Biaya operasional (sewa Rp750.000, listrik dan internet Rp390.000, bensin dan plastik Rp160.000)Rp1.300.000

Cara cepat: Rp20.000.000 − Rp16.500.000 − Rp1.300.000 = Rp2.200.000.

Cara dengan stok: modal barang terjual = Rp6.000.000 + Rp16.500.000 − Rp5.500.000 = Rp17.000.000. Laba bersih = Rp20.000.000 − Rp17.000.000 − Rp1.300.000 = Rp1.700.000, atau sekitar 8,5% dari penjualan.

Selisihnya Rp500.000, persis sebesar turunnya nilai stok. Artinya, sebagian barang yang terjual di bulan Oktober diambil dari stok lama. Laba sebenarnya Rp1.700.000, bukan Rp2.200.000.

Kalkulator laba bersih

Angka contoh di atas sudah terisi. Ganti dengan angka warungmu; hasilnya langsung berubah.

Laba bersih, cara cepat
-
Modal barang terjual
-
Laba bersih, dengan stok
-
Margin laba bersih
-

Kalkulator ini berjalan di browsermu. Angka yang kamu masukkan tidak dikirim ke mana pun.

Kesalahan yang sering membuat laba salah hitung

Berapa laba yang wajar untuk warung?

Tidak ada angka pasti. Margin sangat tergantung jenis barang: barang kebutuhan pokok biasanya untungnya tipis per barang, sedangkan makanan siap saji atau barang khusus bisa lebih besar. Yang paling berguna adalah membandingkan laba bersihmu dari bulan ke bulan. Kalau turun, cari tahu apakah penjualannya yang turun atau biayanya yang naik.

Laba dihitung otomatis setiap bulan

Template Pembukuan Usaha dari Junbiku menghitung laba bulananmu dari catatan uang masuk dan keluar, dan sheet Stok Barang menunjukkan nilai stokmu. Kamu bisa memakai kedua cara di atas tanpa menghitung manual.

Lihat template

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah laba bersih sama dengan uang yang bisa saya ambil?

Belum tentu. Laba bisa tertahan di stok yang bertambah atau di kasbon pelanggan yang belum dibayar. Ambil secukupnya dan sisakan cadangan untuk belanja stok berikutnya.

Bagaimana menghitung penjualan yang dibayar dengan kasbon?

Di pembukuan sederhana berbasis kas, penjualan dicatat saat uangnya diterima, termasuk saat kasbon dilunasi. Catat kasbon terpisah supaya tidak lupa ditagih.

Seberapa sering harus menghitung laba?

Setiap bulan. Hitung stok di hari terakhir bulan supaya angkanya bisa dibandingkan dari bulan ke bulan.